Yuswadi Saliya

Yuswadi Saliya lulus dari ITB tahun 1966, tertunda satu tahun karena peristiwa konflik nasional di tahun 1965 kemudian mengajar di almamaternya hingga tahun 2003. Pada tahun 1969 bersama lima rekan arsitek lainnya Yuswadi mendirikan Atelier 6. Yuswadi mendapatkan gelar masternya dari University of Hawaii at Manoa, Honolulu, USA pada tahun 1975 dan mendapatkan gelar doktoral dari ITB pada tahun 2005. Pada tahun 1989 Yuswadi mendirikan Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia. Essay-essay pemikirannya mengenai arstektur dikompilasi dalam sebuah buku yang berjudul Perjalanan Malam Hari terbitan IAI dan LSAI di tahun 2003. Yuswadi adalah satu-satunya peserta pameran dari angkatan ’60an yang TAnya berhasil didokumentasikan oleh OMAH Library.

Judul Proyek : Conefo Cultural Center
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Tipologi : Pusat Kebudayaan
Tahun Proyek : 1966
Lokasi : Senayan, DKI Jakarta

Yuswadi Saliya terlibat dalam proyek pembangunan Gedung Auditorium CONEFO (DPR/MPR) sebagai asisten arsitek Soejoedi selama dua tahun saat masih berstatus mahasiswa. Yuswadi Saliya membaca arah pembangunan Senayan saat itu yang diisi oleh Cultural Venues dan Sport Venues, maka dalam Tugas Akhirnya ia mengusulkan tipologi Cultural Venues CONEFO. Tugas Akhir ini selesai dikerjakan setahun setelah Bung Karno turun dari bangku kepresidenan. Pada perancangan bangunan Cultural Venues Conefo, Yuswadi menekankan pada konsep teater yang multifungsi dengan bentuk tribun yang dapat diubah-ubah dalam beberapa bentuk. Program bangunan ini terdiri dari auditorium, gedung pertunjukan, pusat edukasi dan teater.

Would you like to comment?

Leave a Reply