Sonny Sutanto

Sonny Sutanto lahir di Jakarta tahun 1963. Lulus dari Universitas Parahyangan pada tahun 1986, dengan tugas akhir berjudul “Pengembangan Lingkungan Waterfront Pasar Ikan”. Ia berpartisipasi aktif di Forum Arsitek Muda Indonesia. Sebelum melanjutkan pendidikan S2 di UCLA, ia sempat bekerja di Atelier 6. Pada tahun 1990, bekerja di Denton Corker Marshall. Kemudian pada tahun 2003, ia mendirikan Sonny Sutanto Architects. Saat ini selain menjalankan bironya ia juga mengajar di Universitas Pelita Harapan.

Judul Proyek : Pengembangan Lingkungan Waterfront Pasar Ikan
Universitas : Universitas Indonesia
Tipologi : Fasilitas Pariwisata
Tahun Proyek : 1986
Lokasi : Kawasan Pasar Ikan, Kota Tua, Jakarta Pusat

Perkembangan kota Jakarta berawal dan berkembang dari lingkungan pasar ikan, sumbu visual menuju kawasan museum Fatahillah masih dapat terlihat jelas. Selain itu secara visual & morfologis masih memiliki kaitan erat. Dalam pengembangan waterfront pasar ikan tentunya penting untuk memperhatikan unsur-unsur kesejarahan. Proyek ini berupaya untuk kembali mengaitkan titik-titik historis, dengan membentuk urban corridor. Kesatuan dari rangkaian yang dibentuk melalui elemen penyusun kota (mis: jalan), elemen lansekap (mis: street furniture), serta pembentukan ruang kota (mis: solid-void figure ground).

Area tapak terbagi menjadi 2 sisi. Area pertama melekat pada daratan, dengan usulan program museum & galeri, pasar, balai lelang ikan, kios, restoran, fasilitas servis penunjang pasar. Sedangkan area kedua berupa pulau, dengan aliran sungai di sekelilingnya, dengan usulan program fasilitas wisata (berupa pusat informasi wisata, kolam pemancingan, dan fasilitas pemberangkatan kapal pesiar. Untuk metode peletakkan massa, setting baru pada area pertama memanfaatkan sumbu-sumbu pada bangunan eksisting. Kemudian peletakkan massa pada area kedua berangkat dari morfologi kawasan dengan mempertimbangkan point of view di sekitar kawasan.

Highlight wawancara:

Menurut pandangannya arsitektur bukanlah semata-mata sebuah obyek, tetapi juga spirit dan suasana ruang. Ia mencoba melakukan eksplorasi depth of field serta penyusunan sequence ruang. Dalam pendekatan desain Sonny Sutanto terinspirasi oleh Charles Moore dan Michael Graves. Hal yang melekat salah satunya adalah playfulness dalam desain. Penyajian Gambar Tugas Akhirnya pun menarik, mulai dari pemilihan kalkir yang berkesan tua & rustic sampai grafis-grafis diluar standar, seperti kalkir berwarna dan improvisasi grafis menyerupai kertas robek yang kadang juga menodai kop kertas. Walaupun di kala itu hal tersebut masih sulit diterima, itulah jalan yang dipilih Sonny Sutanto, Sang Arsitek dengan jiwa pemberontak.

Would you like to comment?

Leave a Reply