Sibarani Sofian

Sibarani Sofian lulus dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997, dengan tugas akhir berjudul “Fasilitas Komersial yang Terpadu dengan Stasiun Kereta Api Bogor”. Setelah lulus, ia sempat bekerja di Pusat Studi Urban Design (PSUD). Kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of New South Wales (UNSW). Setelah bekerja di SOM Asia dan AECOM. Saat ini ia aktif di studio Urban+ yang ia dirikan pada tahun 2017.

Judul Proyek    :  Fasilitas Komersial yang Terpadu dengan Stasiun Kereta Api Bogor

Universitas       :  Institut Teknologi Bandung

Tipologi             :  Bangunan Pendidikan

Tahun Proyek   :  1997

Lokasi               :  Bogor, Jawa Barat

Kota Bogor merupakan bagian kota penyangga ibukota Jakarta yang pertumbuhannya sangat pesat. Moda transportasi utama yang menghubungkan   Kereta api merupakan pilihan moda transportasi utama bagi para tenaga kerja yang merupakan komuter Bogor-Jakarta. Pada saat itu, kawasan stasiun KA Bogor mengalami degradasi dan sudah mencapai pada titik jenuhnya.Peningkatan kualitas kawasan Stasiun KA Bogor dilakukan dengan menggunakan konsep mixed use dan diintegrasikan pada suatu sitem sirkulasi kota yang terpadu berorientasi pada pejalan kaki dan kendaraan umum (Transit Oriented Development-TOD). Secara fisik hasilnya merupakan usulan tata lingkungan dan tata ruang bangunan yang menjamin meningkatnya kualitas visual, tata ruang, fungsional dan nilai ekonomi, budaya dan sosial.

Highlight wawancara:

Ketika belajar arsitektur Sibarani Sofian lebih banyak berfokus pada bagaimana menyelesaikan masalah dan sistem, kemudian ia justru menemukan ketertarikannya pada desain perkotaan. Menurutnya celah tersebut yang belum banyak diisi. Tugas akhirnya pun tergolong sangat besar skalanya; walaupun sebelumnya diragukan untuk selesai, ia tetap dapat menyelesaikannya sampai ke detail bangunannya. Di sini perlu ketaktisan dalam mengerjakan Tugas Akhir.

Dalam perjalanan belajarnya ia menyadari minatnya di Urban Design semakin besar, kemudian ia mulai beralih ke profesi tersebut. Dalam menjalankan profesi tersebut ia menyadari perlu adanya pemahaman tentang kota dan pemikiran di skala yang lebih besar. Oleh karena itu, sebagai urban designer perlu sering jalan-jalan dan pergi berkeliling melihat tempat-tempat yang berhasil di berbagai kota, mengamati sistemnya, merasakan suasana yang dibangunnya.  

Would you like to comment?

Leave a Reply