Johannes Widodo

Johannes Widodo menempuh pendidikan insinyur di Universitas Parahyangan tahun 1978 hingga 1984. Pada masa kuliahnya Johannes merasakan adanya demonstrasi Malari yang sedang berlangsung yang menyebabkan beliau harus cuti satu semester. Setelah lulus ia sempat menjadi sekretaris jurusan pada tahun 1985-1986, kemudian meraih gelar master pada tahun 1988 dari Katholieke Universiteit Leuven, Leuven, Belgium. Ia lanjut meraih gelar doktornya pada tahun 1996 di University of Tokyo. Kini Johannes Widodo aktif sebagai Associate Professor di National University Of Singapore.

Judul Proyek : Gedung kesenian di Kota Bogor
Universitas : Universitas Parahyangan
Tipologi : Bangunan budaya
Tahun Proyek : 1984
Lokasi : Bogor

Kerangka pemikiran yang digunakan oleh Johannes Widodo mengacu pada kajian teori dari buku Intentions In Architecture yang ditulis oleh Christian Norberg-Schultz. Empat prinsip yang ditekankan dalam proses perancangan Gedung Kesenian di Bogor ini adalah kontrol fisik, medium sosial, simbol budaya, dan bingkai fungsi. Sehingga fungsionalisme yang digunakan di dalam rancangan sangat kuat.

Karya yang dipamerkan pada pameran ini adalah alur runtutan berpikir Johannes Widodo saat mengerjakan Tugas Akhir. Pendekatan yang dilakukan seperti pendidikan arsitektur modern pada umumnya, menekankan fungsi dan rasionalitas dalam pengambilan keputusan desain. Sehingga runtutan konsep ini adalah buah pikir dari berbagai analisis yang cukup rigid, mulai dari analisis terhadap tapak, standar ruang, hubungan antar ruang, hingga sistem bangunan.

Would you like to comment?

Leave a Reply