Gindo Yamestian

Gindo Yamestian lahir di Jakarta tahun 1968. Lulus dari Universitas Parahyangan pada tahun 1992, dengan tugas akhir berjudul “Hotel Berbintang di Pusat Kota Bandung”. Ia mengawali karir pada tahun 1992 sebagai arsitek di Tigaraksa City Development. Kemudian bekerja di Budi Lim Architects pada tahun 1993. Setelah itu melanjutkan karir di PTI (Prada Tata Internasional) Architects dan DCM (Duta Cermat Mandiri) Indonesia, sebelum mendirikan YGA (Yudi Gindo Architects) di tahun 2008. Pada Tahun 2011, mendirikan tekturaworkshop. Sampai saat ini merupakan prinsipal tekturaworkshop.

Judul Proyek     :  Hotel Berbintang di Pusat Kota Bandung

Universitas        :  Universitas Parahyangan

Tipologi             :  Hotel

Tahun Proyek   :   1992

Lokasi               :  Bandung, Jawa Barat

Hotel merupakan suatu wadah komersial yang perlu mempertimbangkan optimalisasi lahan sekaligus daya tarik. Ketertarikan Gindo Yamestian pada tanaman, membawa unsur ini menjadi ide utama dalam menjawab kriteria tipologi bangunan yang satu ini. Idenya adalah menghadirkan suasana alam di pusat kota sebagai fitur yang dapat dinikmati pengunjung hotel. Bagaimana mengakomodasi fasilitas pelayanan pokok, penunjang, dan taman sebagai titik utamanya? Konsep massa menyatu satu sama lain dengan orientasi ke taman di tengah-tengahnya yang diatapi atrium. Atrium dipilih sebagai solusi untuk menjaga kenyamanan pengunjung dari hujan namun tetap dapat memberikan asupan cahaya bagi tanaman. Pada proyek ini, penelitian banyak dilakukan pada jenis tanaman, orientasi bangunan terhadap matahari, serta gaya Art Deco yang ada pada konteks sekitar, selain tentunya efisiensi ruangan dan kalkulasi ekonomi yang ketat.

Highlight transkrip:

Dalam dunia arsitektur, presentasi adalah hal yang esensial. Ide yang baik, jika tidak disampaikan dengan baik akan menjadi sia-sia. Ketika kuliah, Gindo Yamestian memiliki kekurangan dalam mempresentasikan ide dengan runtut, serta berbicara dengan fasih. Hal tersebut menyebabkan ide-idenya sulit untuk tersampaikan dan terealisasi. Kemudian hal penting lainnya adalah soal pengambilan keputusan, terkadang penelitian dan ide arsitek berbenturan dengan apa yang dipikirkan klien (pada semasa kuliah dosen pembimbing). Oleh karena itu, pilihan kita adalah memutuskan untuk terus atau memilih jalan yang lebih aman. Hal terakhir adalah tentang kepekaan mengamati keadaan dan menyesuaikannya. Menurut Charles Darwin yang dapat bertahan bukanlah yang paling kuat, tetapi yang dapat beradaptasi dengan perubahan.

Would you like to comment?

Leave a Reply