Achmad D. Tardiyana

Achmad Deni Tardiayana yang akrab dengan sapaan Apep, merupakan seorang arsitek dan pengajar yang menyelesaikan kuliah dari arsitektur ITB angkatan 1987. Sejak mahasiswa, beliau memiliki minat yang tinggi terhadap arkeologi dan sejarah dalam arsitektur. Beliau kini menjabat sebagai principal Architect URBANE dan salah satu dosen Stupa (Studio Perancangan) arsitektur di ITB. Di sela-sela kesibukan antara berpraktik dan mengajar, Apep menulis kritik arsitektur atau membuat sketsa bersama komunitasnya. Salah satu buku berisi kumpulan kritiknya berjudul {so.lil.o.quy}, dicetak terbatas pada tahun 2011.

Judul Proyek : Museum Arkeologi Candi Prambanan
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Tipologi : Museum
Tahun Proyek : 1987
Lokasi : Bokoharjo, Sleman, DIY Yogyakarta

Museum Arkeologi di Candi Prambanan merupakan inspirasi yang didapatnya melalui buku-buku yang dibacanya saat kuliah serta potensi atas tipologi museum yang luas dalam proses eksplorasi. Pendekatan yang ia lakukan berupa “pembenaman” objek untuk menghindari gangguan visual saat mengalami situs candi Prambanan. Berbekal data dari badan Arkeologi Nasional dan JICA (japan international cooperation agency), beliau memilih site kunci di luar aksis candi. Museum dirancang menggunakan material sekitar (batuan andesit) dengan fasat solid dan pengulangan abstraksi candi untuk menyamarkan identitasnya. Terlepas dari kendala drainase site dan pencahayaan, museum tersebut terinspirasi dari Candi Sambisari yang turut membenam di area penggalian sekitarnya.

Would you like to comment?

Leave a Reply