Tiyok Prasetyoadi – Konservasi Lingkungan: Hotel Bisnis Bintang Lima di Kawasan Senayan Square Jakarta

11 10 98 7 65 4 32 1

Tiyok Prasetyoadi memilih Tugas Akhir dengan objek hotel berbintang lima di kawasan Superblok Senayan square sebagai upaya untuk konservasi lingkungan atas ketertarikan dirinya terhadap pengaruh arsitektur dalam konteks rancang kota. Selama masa studinya di ITB pada tahun 1994, Tiyok mengaku pengaruh dosen dari alur perkotaan cukup dapat menarik minat mahasiswa yang tertarik ke arah sana termasuk dirinya sendiri.

Kawasan Senayan pada saat itu sedang dikembangkan sebagai sebuah kawasan komersial yang perencanaannya diserahkan kepada pengembang swasta dengan sistem BOT (Built, Operate, and Transfer) yang pada jangka waktu tertentu akan dikembalikan ke pihak Gelora Senayan setelah mencapai jumlah keuntungan terntentu. Oleh karena itu dibangun fungsi-fungsi komersial oleh developer dimana salah satu di antaranya adalah hotel. Pada tahun tersebut, kawasan senayan masih memiliki banyak ruang terbuka dan menjadi kawasan yang memiliki nilai sejarah. Selain alasan tersebut, masa kecil Tiyok yang tinggal di kawasan Senayan juga menjadi alasan mengapa ia memilih tempat ini sebagai lokasi perancangan objek Tugas Akhirnya.

Telaah teori dan pendekatan yang digunakan dalam perancangan antara lain teori studi desain pengembangan ruang kota menurut Roger Trancik yang di antaranya adalah Teori Figure Ground, Linkage, dan Place. Perancangannya berdasarkan pada lima kriteria desain pada konteks urban Kevin Lynch, “Theory of Good City Form”, antara lain viability, sense, fit, accessibility, dan control. Satu teori lagi yang digunakan sebagai bahan studi tentang kualitas perancangan dalam kota oleh Roland Thomas, “Cities by Design”.

Perancangan hotel berbintang yang ia lakukan berfokus pada permasalahan efisiensi ruang dan struktur dengan menggunakan beberapa referensi standarisasi hotel berbintang 5 pada saat itu. Ketersediaan lahan yang luas pada saat itu masih memungkinkan hotel berbintang 5 mengalokasikan fasilitas-fasilitas mewah di luar gedung utama seperti ballroom yang terpisah, kolam renang outdoor, dan beragam fasilitas lainnya. Berawal dari ketertarikannya terhadap perancangan arsitektur yang terintegrasi dengan kawasan kota dan perhitungan efisiensi dalam bisnis, Tiyok melanjutkan studi s2-nya dengan mengambil jurusan perancangan kota dan berkarir menangani skala proyek bangunan tinggi dan kawasan kini.

 

Would you like to comment?

Leave a Reply