Book Giving

Saya dan istri saya suka bermain dengan anak – anak, mungkin hal ini karena masa kecil kami yang kurang bahagia. Setahun yang lalu, saya membuat gerakan untuk berbagi buku melalui kotak plastik yang diletakkan di jalan. Terkadang saya memanggil anak – anak yang melewati jalanan yang memotong lahan kami untuk berhenti dan membaca buku, atau setidaknya memberikan buku dengan harapan mereka akan membaca buku tersebut dengan kawan – kawan mereka. Semakin lama, anak – anak tersebut berkumpul dan terciptalah sebuah hubungan, sebuah komunitas mereka sering bermain layang – layang, bermain bola, berkumpul bersama. Kadangkala saya mengingatkan mereka kalau sudah jam 5 an sore, bahwa sebentar lagi waktu berdoa, jangan lupa sholat. kira2 ada sekitar 15  sampai pernah 50 orang setiap harinya anak – anak datang hanya untuk menyapa ataupun ikut bermain di dalamnya. 

Kami menerima banyak donasi mainan lego, buku – buku, dan boneka – boneka, dan banyak sekali support yang terhitung banyak sekali. Untuk membuat bangunan seperti ini tidaklah mudah, untung bangunannya tidaklah mahal sehingga saya bisa mencari uangnya lebih cepat untuk keperluan konstruksi.  Akhirnya bangunan ini, yang sudah direkonstruksi hampir 4 kali dengan konstruksi prefabrikasi knock down menggunakan sambungan baut yang melekatkan rakbuku berbentuk kotak dan trapesium membentuk satu lengkungan sederhana bisa terbangun kembali. Kalau – kalau ada yang berbaik hati untuk menyumbangkan buku untuk anak – anak ini, saya akan dengan senang hati untuk menerima, dan berterima kasih.

ini programnya http://omah-library.com/alpha/index.php/book-giving/

Perpustakaan arsitektur Omah lain lagi, ini adalah tempat buku arsitektur di dalam kediaman saya, dimana banyak teman – teman saya yang sudah berpraktek banyak makan asam garam datang dan berbagi ke anak – anak muda yang akan membentuk arsitektur Indonesia di masa depan, membentuk dengan karakter setiap orang yang unik – unik, oleh karena itu kadang – kadang ada saja subjek soal filsafat, sejarah, struktur, biografi, ataupun sampai pengembangan diri, sampai ilmu itu seperti sebuah pengetahuan yang tidak ada habis – habisnya untuk diolah. nanti ini kalau sempat ya berkunjung ke @omahlibrary perlu registrasi dulu ya, karena ini ada di kompleks perumahan yang saya perlu menghormati tetangga – tetangga saya. Untung ada Bangkit, seseorang yang membantu saya di dalam setiap kesibukan untuk selalu menyapa balik siapa saja yang ingin berkunjung ataupun bertegur sapa. 

Program sebelumnya di tahun 2017 :

Perpustakaan OMAH mengadakan program berbagi buku yang dilakukan setiap hari diletakkan dalam satu wadah plastik untuk kemudian dibagikan kepada anak – anak kecil secara gratis.

Kami akan membayar ongkos pengiriman, atau kami akan mengambil sendiri apabila lokasinya masih bertempat di Jakarta.
Dengan membaca buku, kita berusaha mencerdaskan anak – anak kita yang merupakan harapan bangsa, menambah pengetahuannya, menjaga mimpinya, memperbesar cakrawalanya.

Anda bisa menyumbang buku – buku, komik, ataupun majalah dalam kondisi apapun. Kami menerima buku tersebut dengan melakukan registrasi ke omahlibrary.reservation@gmail.com

Ataupun, buku tersebut bisa dikirimkan ke alamat :
Taman Amarilis 2 No 15
Blok F2 Kompleks Taman Villa Meruya, Jakarta – Tangerang

Contact person
Bangkit : 085697657307, Vivi : +62 896-6827-3396

in English :

OMAH Library has now opened free book charity which active everyday in one simple plastic box. The books are distributed to children. You can contribute by signing up this form which we will donate the book.

We will pay full for delivery cost, or we will pick the book by ourselves if the location is still in Jakarta.

By reading books, we can enlighten our minds, especially kids who are our future.

Please donate your books, comics, magazines. We welcome new or old books in good condition.

send your book by fill in this form or send the book directly to :
Taman Amarilis 2 No 15
Blok F2 Kompleks Taman Villa Meruya, Jakarta – Tangerang

Contact person
Bangkit : 085697657307

Our note :

Selamat pagi teman2  , Kemarin hari sabtu pagi, di depan rumah saya , banyak anak2 jam 5.30 pagi menyalakan bermain, petasan teriak – teriak ada 20 orang. Saya pikir ada apa ini ?

Saya turun dan buka pintu dan melihat anak – anak ini. Lalu mereka berlarian, 17 orang kabur tinggal 3 orang, saya bilang :

“dik tolong panggil temen-temennya saya ngga marah. ”

Temen – temennya kemudian datang mungkin setelah memastikan saya tidak marah,

Saat itu di depan saya ada 20 orang, kemudian saya minta mereka duduk,
Saya tanya, “kenapa kalian main petasan pagi – pagi sekali ?” Mereka diam dan saling menyalahkan, “sudah tidak apa-apa”

saya pun duduk, dan bertanya
“Kalian tau ngga soal thomas alfa edison?”

saya kemudian cerita tentang alfa edison, penemu bohlam lampu , pintarnya einstein dan indahnya bermain layang – layang, ide – ide tentang ilmu pengetahuan dari pengetahuan membaca buku. Saya tanya “kalian sudah baca buku apa? ” satu anak menjawab “buku ipa pak”

Satu orang menyahuti, “ada uangnya ngga pak ? ”

saya bilang ilmu itu mahal harganya, dengan ilmu kita bisa melihat hal yang indah, pergi ke luar negeri, dan untuk menjadi kaya membutuhkan kesabaran, mereka ini anak – anak berumur 6-12 tahun, saya tanya ke mereka “mau ngga sabar untuk belajar sampai 15-20 tahun lagi?” Nanti kalian bisa mendapat uang dari ilmu kalian, setelah itu baru ada uangnya.

“Kalian mau ke paris ? Ke london ? Ke afrika ? Ke Mekkah ?” Mereka jawab “Mauuu”,

ya saya bilang harus sabar belajar, saya pun juga masih belajar untuk bisa kesana.

Setelah itu saya habiskan waktu untuk bercanda memuji mereka kalau mereka anak yang pintar karena setiap anak pada dasarnya pintar, kita diskusi bagaimana cara membuat layangan besar.

Kemudian saya bilang, nanti sore kalian datang ya jam 5, saya sediakan buku didalam tempat plastik, saya isikan buku supaya pikiran diisi dengan ilmu pengetahuan. Saya pun minta tolong rezki untuk beli kotak plastik untuk anak-anak. Buku – buku yang sudah dibaca nanti dikembalikan ke kotak atau bisa dibagikan ke temen- temen yang lain.

Kemudian jam 4.00 sore saya sedang mendengar kuliah omah tentang bernard tschumi, saya dipanggil rudi, ada yang nyari katanya, anak-anak kecil datang naik sepeda.

Hati saya girang, mereka datang, demi mimpi akan ilmu pengetahuan. ^^ kotak plastik ini adalah harapan untuk anak-anak ini. Isinya ada buku national geographic, komik, buku karya andrea hirata, sudah terbagi baru 15 buah buku. Di stok ada 50 buah buku.