Ornament is Rhyme

Judul: Ornament is Rhyme

Penulis: Eka Swadiansa

Bahasa: Indonesia

Halaman: 200

Tahun lalu dunia arsitektur memperingati 100 tahun kelahiran Bauhaus. Meskipun hanya seumur jagung; jejak peninggalan sekolah ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling berpengaruh di dunia. Sebuah warisan yang bahkan bisa dirasakan kehadirannya hingga masa kini. Buku ini adalah sebuah usaha untuk lebih memahami Bauhaus beserta konteks ruang dan waktu-nya. Mengupas sejarah “Arts and Crafts” yang melahirkan sekaligus menjadi lawan perdananya di ‘Dunia Lama’ (Old World), hingga “Second Chicago School” yang mengakhiri sekaligus kemudian melahirkannya kembali di ‘Dunia Baru’ (New World). Membahas dikotomi pemikiran tokoh-tokoh di jamannya –baik yang berada di dalam maupun di luar sistem pengajarannya- yang kemudian justru membuktikan bagaimana sebenarnya Bauhaus (dan Arsitektur Modern) bukanlah sebuah entitas tunggal.
.
Namun usaha-usaha tersebut diatas, tidaklah lantas dikaji sebatas untuk menselebarasi kelahiran Bauhaus. Sebaliknya, buku ini justru diharapkan bisa menjadi bahan perenungan bersama, guna mengajukan sebuah pertanyaan kritis: “Apakah idealisme Bauhaus yang turut melahirkan Arsitektur Modern yang perkasa itu saat ini masih relevan untuk di praktekkan di sini, di Indonesia?” Oleh karenanya, buku ini juga menjadi sebuah usaha untuk merenungi kembali konteks ruang dan waktu arsitektur Indonesia dalam bingkai 100 tahun kelahiran sekolah-nya di bumi pertiwi.
.
Buku “Ornament is a Rhyme, Volume 1: the Manifestoes” ini cocok untuk mahasiswa maupun profesional di bidang arsitek yang tidak hanya berfokus kepada sebuah produk arsitektur, tetapi juga kepada proses pembentukan itu sendiri. Pembentukan sebuah kerangka berpikir yang kritis akan menuntun kepada pendekatan pribadi dalam mendesain dan melahirkan karakter-karakter yang kuat dalam berarsitektur.


Pemesanan melalui bit.ly/OrderOMAH

Would you like to comment?

Leave a Reply