Craftgram: Craft + Grammatology

Judul: Craftgram: Craft + Grammatology

Penulis: Johanes Adiyanto + Realrich Sjarief

Editor: Anas Hidayat

Bahasa: Indonesia

Halaman: Menyusul

ISBN:  978-602-5615-88-7

Tectogram adalah buku mengenai detail arsitektur, Methogram adalah buku mengenai metode desain, Craftgram adalag buku mengenai cara penggabungan detail dan metode desain menuju mumpuni.

Buku ini menekankan, profesi arsitek adalah tentang CINTA, bahwa rajin – semangat tekun, tulus, tanpa pretensi- menjadi generator perkembangan diri arsitek menuju 3 tahap dalam kultur studio: apprentice, journeymen, mumpuni. Berkembangnya dari hubungan arsitek-klien, membentuk sarang, berinovasi dengan tulus tanpa henti, mengambil resiko sampai akhir hidupnya. Kesimpulan ini didapatkan setelah menelisik kehidupan 4 arsitek mumpuni; Le Corbusier, Antoni Gaudi, Laurie Baker, & Antonin-Noemi Raymond. Mereka memiliki kekhasan sebagai agen perubahan di dunia barat dan timur. Juga membedah darimana munculnya semangat kejepang – jepangan di dalam perkembangan arsitektur.

Pembedahan ini membuat sebuah evaluasi terhadap cara internalisasi Gua Bambu – Studio @realrichsjarief, @RAWArchitecture_best beroperasi dalam membentuk kualitas produk dan proses yang panjang. Hal ini dimulai dari budaya rajin yang perlu dibentuk, berada dalam dimensi ekonomi dan etis selain unsur estetika untuk menampar diri sendiri bahwa jalan sungguh masih panjang. Membawa selesainya revolusi industri 4.0 kepada era yang dinamakan era “rajin”. Sebuah perjalanan penuh cinta.

Sebagai kesimpulan, Craftgram adalah sebuah jalan untuk bertriwikrama (proses menjaga kebenaran), menjaga keteguhan hati untuk rajin, berbuat tulus yang merupakan jalan panjang dan berliku. Spekulasi dari Craftgram adalah integrasi kemampuan teknik, berpikir, dan bermain akan menimbulkan penguasaan total akan hakikat manusia sebagai pribadi yang memiliki keseimbangan, kesetaraan, kebijaksanaan melalui sebuah sutera tentang cinta. Cerita cinta yang dielaborasi buku ini menjadi perjalanan terminologi “rajin”, membuat arsitektur terhubung dengan ke-rajin-an. Sebuah hal yang lebih dari yang tampak berupa fisik atau material namun lebih di perpaduan antar jiwa. Membawa selesainya revolusi industri 4.0 kepada era yang dinamakan era “rajin”. Sebuah perjalanan penuh cinta.

Would you like to comment?

Leave a Reply