Arsitektur Lobo Melintas Waktu

Judul: Arsitektur Lobo Melintas Waktu

Seri:  ke-1 berjudul : “Lobo Ngata Toro” 

Penulis: Komunitas Tadulako Tradisional

Penyunting: Mohammad Cahyo Novianto

Bahasa: Indonesia

ISBN: 978-602-5615-77-1

“Arsitektur Lobo Melintas Waktu”. Seri ke-1 berjudul : “Lobo Ngata Toro” yang bekerjasama dengan JAAI (Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia) dan ditulis oleh Komunitas Tadulako Tradisional. Selanjutnya akan disusul juga buku seri ke-2 : “Tektonika Lobo Ngata Toro” dan buku seri ke-3 : “Arsitektur Lobo Sulawesi Tengah”.

Di Ngata Toro, adat tumbuh dari tempat (mungku). Arsitektur Lobo adalah hasil dari pemikiran orang tua dan tetua adat untuk mendirikan tempat bermusyawarah. Dengan demikian maka Lobo merupakan bagian dari sarana dan prasarana adat untuk menemukan, merembugkan dan memutuskan ketentuan-ketentuan yang menjadi dasar hidup manusia, sebagai pembimbing, sebagai pembina dalam berkehidupan.

Sehingga dapat dikatakan tujuan pertama kali berdirinya Lobo adalah sebagai wadah berlangsungnya adat dan untuk merumuskan adat, fungsinya saat ini merupakan bagian dari adat itu sendiri. Selain daripada itu, Lobo yang berada di Ngata Toro juga merupakan salah satu kekayaan masyarakat adat Ngata Toro yang bertahan dan berkesinambungan hingga saat ini. Dalam studi dan dokumentasi arsitektur Lobo di Ngata Toro memiliki beberapa pengkajian arsitektur (fungsi, rangka-bentuk, ornamen dan ragam hias) yang bermaksud untuk menjelaskan keberadaan bangunan Lobo di Ngata Toro sebagai aspek kelokalan daerah setempat.

Would you like to comment?

Leave a Reply