Exhibition #4 – Rahasia Di Balik Dinding: Utilitas dan kehidupan

 

Rahasia dibalik Dinding : Utilitas dan kehidupan
Pameran di Omah Library 26th May – 9th June 2018

Catatan Kuratorial
By Realrich Sjarief

Dilihat dari beberapa refleksi mahasiswa yang diadakan di akhir semester mata kuliah utilitas, pada mulanya, semua mahasiswa menganggap utilitas bukanlah isu yang penting, berharga, atau patut untuk diberi perhatian khusus. Pameran ini berisi sebuah proses yang dialami oleh dua puluh sembilan mahasiswa UPH yang mengambil mata kuliah Utilitas Bangunan Gedung. Kami sendiri menganggap mata kuliah ini sebagai momok dalam pengajaran setiap minggunya, yang berarti kami harus mempelajari kembali landasan teori yang berasal dari buku dan mempertanyakan apa yang relevan bagi kondisi praktek sehari-hari. Proses itu semata-mata untuk menyampaikan bahwa utilitas bangunan bersifat fundamental untuk dipelajari serta memberi pengertian bahwa banyak inovasi arsitektur dapat dimulai dari studi utilitas bangunan.

Kedua puluh sembilan mahasiswa ini menjalani 6 buah kerangka pembelajaran yang saling terkait untuk membentuk sebuah dimensional mind yang utuh dengan didasari oleh dua jenis pendekatan, yakni original dan conventional mind. Original mind digagas dengan pemberian tugas-tugas yang meminta mahasiswa untuk membuat karya seni dan tulisan untuk dipersentasikan dan dibahas dalam forum diskusi di kelas. Conventional mind digagas dengan membuat tugas-tugas yang bersifat faktual dan menuntut problem solving berupa presentasi kasus, diskusi mengenai apa pembentuk sistem utilitas, material, sejarah, keterhubungan setiap sistem dan mengapa satu sistem itu dipilih, hingga dasar perhitungan dengan batasan sistem yang sederhana (mendesain kamar mandi). Dimensional mind adalah pembelajaran yang menggabungkan original mind dan conventional mind, sehingga pembelajar bisa menjadi orang yang lebih baik, serta mampu menjawab tantangan sosial tanpa melepaskan jati dirinya.

Kerangka pertama diawali dengan sejarah kamar mandi dan konteks arsitektural yang mendasarinya, kedua dilanjutkan dengan mengasah kepekaan panca indra dalam mengapresiasi arsitektur melalui proses mengalami sistem di balik ruang. Ketiga, memahami integrasi utilitas yang dilakukan oleh Norman Foster. Keempat, bagaimana menghitung utilitas bangunan dasar secara spesifik. Kelima, pentingnya mengetahui tektonik melalui modifikasi dan sambungan material. Keenam, merupakan refleksi pribadi selama kuliah utilitas bangunan gedung.

Kerangka pertama diambil dari buku Bathroom design yang disunting oleh Paco Asensio dan ditulis oleh Maria Ubach sebagai bagian dari grup Tenues. Kerangka kedua diambil dari tulisan Juhani Palasma, yaitu Architecture of Seven Senses. Kerangka ketiga diambil dari buku yang diterbitkan oleh Foster and Partners dan buku yang berjudul Norman Foster; a Life in Architecture yang ditulis oleh Deyan Sudjic. kerangka keempat diambil dari buku Building Technology: Mechanical and Electrical Systems yang ditulis oleh Benjamin Stein. Kerangka kelima diambil dari buku yang disunting oleh Matthew Mindrup berjudul Material Imagination. Terakhir, kerangka keenam adalah produk dari kedua puluh sembilan mahasiswa berupa buku, yang dibuat oleh masing-masing mahasiswa sebagai refleksi, rangkuman kuliah, sekaligus catatan personal, yang membuat kami memiliki harapan bahwa utilitas bangunan bisa mendapat tempat di hati mahasiswa-mahasiswa ini. Tidak hanya dalam mata kuliah utilitas bangunan, namun juga kesadaran bersama bahwa utilitas bangunan bisa mendapat tempat di dalam keseharian profesi arsitek Indonesia.

_________________________

Saturday, 26th May 2018

15.00 “Mengamati Ruang di balik dinding”
lecture by Realrich Sjarief

Opens every Saturday and Sunday until 9 June, 2018
10.00AM-06.00PM

OMAH Library
Jalan Taman Amarilis F2/15-16
Taman Villa Meruya, West Jakarta

****
IMPORTANT NOTE:

[1] The invitation is limited to 15 persons because of the current location is in the residential area, Realrich, the homeowner decided to respect the neighborhood by limiting visitor to permission-only visitation to his friends, new friends and all of the new people who like to learn architecture. Every people, who like to read or use this collection, for any purpose, are needed to call before visiting from the homeowner.

[2] The invitation only valid via H-1 confirmation to our librarian.

[3] OMAH is a place for collections of personal books and archive, which located inside private residential owned by architect Realrich Sjarief and dentist Laurensia Yudith.

Kurator: 
Realrich Sjarief | Bangkit Mandela

Kontributor:
Albert Lionggo
Anisya Ayu Kusumaningrum
Bayu Abimanyu
Christopher Raynard Satiadarma
Davidson Suwongto
Eileen Clarita Lim
Enggelina Anugerah
Wati
Ephraim Jeshanah
Eric Anathapindika
Farren Evanee Williady
Glenn Setianegara Halim
Jacky
Jason Hari Boediardjo
Laras Miradyanti
Laura Juwita Tansil
Louis Ardian Junus
Maria Stephanie
Sutikno Michiella
Stevanie Tjahaja
Naudaffal Widdi
Virgoza Nicotheus Giovanni
Oliver Victor Wibowo
Rio Dylan
Yapharos Risma Afriyanti
Samuel Timothy
Gunawan Saraska Putri Lango
Sebastian Brian
Sherlyn Christiane
Tommy Wijaya
Vianka Stela Wijaya