OPEN HOUSE 99% Kastil Bambu

Hallo Restless Spirit.

OMAH Library mengundang untuk diskusi, sharing oleh Fernisia Richtia dan Adhi Moersid. Fernisia akan berbagi mengenai ruang senggang, dan Adhi Moersid akan berbagi mengenai suka duka kehidupan sebagai seorang arsitek di dalam selang waktu open house sederhana Rumah Bambu yang didesain oleh RAW Architecture diiringi dengan penjelasan mengenai pameran menjadi arsitek, peluncuran buku menjelang pertengahan desember sampai awal januari.

99% Rumah Bambu adalah representasi dari mimpi rumah yang dibangun oleh material masa depan yang digambarkan dengan misterius, tidak terduga, dan terjadi secara perlahan – lahan. Masa depan itu selalu tidak bisa ditebak, seperti air dan awan, seperti mimpi dan kenyataan yang selalu berubah tergantung dari saat sekarang dari awal menuju akhir. Rumah Bambu sendiri bisa dikonstruksi dengan cara pendekatan. Sebuah cara yang digunakan Wiratman di dalam menyelesaikan bentuk kubah di mesjid Istiqlal desain dari Silaban, ataupun cara dari Michaelangelo dalam membuat St. Peter Basilica. Konstruksi rumah bambu yang disebut sebagai kastil bambu ini diselesaikan dengan jangka waktu 4 bulan, 3 lantai diatas menggunakan struktur bambu dengan program yang bisa berubah – rubah ruangan se luas mungkin sefleksibel mungkin ditambah dengan pemisahan konstruksi atap yang menggantung di dinding luar bangunan. Konstruksi bangunan dibawah atap dan konstruksi di bawah tanah menggunakan material beton dan konstruksi baja untuk meningkatkan efisiensi konstruksi.

Material struktur lantai atas yang dipakai adalah sebagian besar bambu – bambu kecil dengan diameter 8 – 10 cm dan bambu pengokong balok utama sebesar 12 -15 cm setinggi 3 lantai , bambu – bambu yang sering digunakan untuk membuat perancah dengan ketersediaan material bambu yang berjarak kurang dari 1 km dari lokasi pembuatan. karakter, dimensi batang bambu yang digunakan menjadikan konstruksinya membentuk kolom rumpun jadi kolom besar yang terdiri dari bambu kecil yang disatukan. Dalam beberapa kali iterasi desain, Bambu ini sangat cepat sekali untuk dikonstruksi, materialnya mudah didapat, kuat dan efisien jadi cukup cocok untuk perubahan – perubahan yang ada seperti penambahan struktur, pengurangan struktur, penggantian bambu yang memiliki kualitas kurang baik. Disinilah fleksibilitas material yang didukung oleh ketukangan orang – orang yang membangun menjadi sebuah lingkaran kerjasama yang tidak terputus.

Fernisia Richtia adalah seorang pengajar di Universitas Pelita Harapan. Ia pernah menjadi kurator pada pameran UPH waktu adalah ruang. Ia berkerja di Monokroma Architect, pernah magang di brio Sonny Sutanto Architect.

Adhi Moersid, arsitek peraih Aga Khan Award untuk Masjid Said Naum, dan IAI Jakarta 2017 Gold Medal. Beliau aktif dalam organisasi international dan Nasional. Adhi Moersid, bersama Darmawan Prawirohardjo, Robi Sularto, N. Siddhartha, Iman Sunario, dan Yuswadi Saliya mendirikan Biro Arsitek Atelier Enam (1968).

Jadwal Kegiatan

9th Desember 2017

10.45 Penjelasan Program OMAH 2017 – 2018
11:00 Ruang Senggang oleh Fernisia Richtia
13:00 Pengalaman suka dan duka (bitter sweet experience) oleh Adhi Moersid

bit.ly/99BambooCastle

Terima kasih dan sampai jumpa!

Salam,

Would you like to comment?

Leave a Reply