Book Discussion #05 – Autopoiesis

Hi, Restless Spirits!
We will gather again for the book discussion series this month. We will discuss about The Autopoiesis Of Architecture that written by Patrick Schumaker in 2009.
Architecture is born as a summary of human understandings of their surrounding world. This comprehension is of course particular for each person/group, hence they require the correct media to bridge the diversities of ideas. One of them is through a form of architectural communication.
Patrick Schumaker then study this communication system in his theory: Autopoiesis of Architecture (2009). It is quite a new theory and has not yet had a concrete design application. However, these ideas he offers, may be solutions of current architectural miscommunication; specifically in the face of slum existence in big cities.
Materiality turns to be a form of direct communication, clearly visible shape of an architectural work. Through autopoiesis approach, materiality might be an effective language to solve spatial complications, commonly happen between urbanities. As a case of this discussion, we will discuss revitalizing movements in kampongs in several cities, starting from Kali Code in Yogyakarta to Kampung Pelangi in Malang.
The session will be presented by Rio Sanjaya and Gregorius Jasson.

Di bulan ini, kami akan kembali mengadakan sesi diskusi buku Autopoiesis Of Architecture yang ditulis oleh Patrick Schumacker pada tahun 2009.
Arsitektur lahir sebagai proses pemahaman manusia terhadap dunia di sekitarnya. Pemahaman ini tentunya menjadi khusus bagi tiap individu, karenanya mereka membutuhkan medium yang tepat untuk menjembatani diversitas gagasan yang ada. Salah satunya ialah melalui bentuk komunikasi arsitektur.
Patrick Schumaker mempelajari sistem komunikasi ini di dalam teorinya: Autopoiesis of Architecture (2009). Ini merupakan sebuah teori yang cukup baru dan belum memiliki aplikasi konkret di dalam desain. Tetapi, melalui gagasan yang dibawanya, dapat menjadi solusi-solusi dari masalah miskomunikasi dalam arsitektur saat ini; lebih spesifik lagi di dalam wajah kekumuhan sebuah kota.
Materialitas diubah menjadi bentuk komunikasi langsung, menggambarkan dengan jernih bentuk dari karya arsitektur. Melalui pendekatan autopoiesis, materialitas mungkin menjadi bahasa yang efektif untuk memecahkan masalah spasial, yang umumnya terjadi di dalam lingkungan urban. Sebagai studi kasus di dalam diskusi ini, Rio dan Jasson akan membawakan kajiannya tentang gerakan-gerakan revitaslisasi kampung di beberapa kota, mulai dari Kali Code di Yogyakarta hingga Kampung Pelangi di Malang.
Sesi ini akan dibawakan oleh Rio Sanjaya and Gregorius Jasson

If you are interest to join this session, please fill this form below:

We will send you a confirmation email for the further information.
For any questions please contact via WA
085780082060 (Fandi)
Also follow our social media platforms for the updates:
instagram: @omahlibrary
facebook: OMAH
website: ww.omah-library.com/alpha

Would you like to comment?

Leave a Reply