Public Lecture #15 – Lokalitas dalam Desain

We gladly invite you to a lecture titled Locality in Design by Suwardana Winata.

Vitruvius percaya bahwa perbedaan dari bangunan-bangunan yang ada di muka bumi ini, adalah akibat dari dialog bolak-balik dari manusia dengan lingkungannya. Ia mengatakan, “there is an in-between ‘temperate’ kind of environment that creates temperate architecture and temperate people”

Jika memadukan pemikiran Lewis Mumford dan Josef Prijotomo dalam memandang lokalitas dapat kita ketahui, bahwa lokalitas bukan hanya terpaku pada kebesaran sejarah masa lampau. Arsitektur memiliki sentuhan personal, citranya sudah ada, tinggal menunggu penyesuaian dengan ruang dan waktu. Apabila memonumenkan sebuah kebudayaan berarti menghilangkan kesempatan sinambungnya unsur sejarah. Di masa kini sebuah tradisi hanya tinggal kenangan apabila tidak dapat bernegosiasi dengan kemajuan teknologi. Lokalitas dalam perkembangannya harus berkesinambungan dan sesuai dengan penggunanya. Melakukan proses stilisasi dan membuat lokalitas menjadi pintar mungkin merupakan solusi pertentangan ke-global-an dan ke-lokal-an. Global menge-print mesin-mesin kapitalis sedang lokal menge-print komunitas

Maclaine Pont dalam Javaansche Architecture mengungkapkan, “bahan-bahan bangunan yang murah dan mudah didapat, tidak boleh dipakai. Seni bangunan rumah menjadi musnah karena para seniman bangunan Jawa merasa bahwa mereka ‘tidak laku’ lagi dan mereka tak mau meneruskan kepandaian serta ketrampilan mereka pada generasi mudanya.”

Kemajuan era informatika menyeret generasi muda untuk fokus pada hal-hal manca negara, sehingga pengetahuan atas unsur indigenous bertambah menyedihkan. Untuk menutupi kelemahan inilah lantas mereka mencemooh ‘klasik-baru’. Tak seorangpun diantara generasi muda arsitek memiliki pengetahuan atas teknik membangun – apalagi prinsip arsitektur tradisional. Bagaimana lokalitas dapat berperan dalam porsinya?

Arsitektur Nusantara telah menjadi ‘orang asing’ sedang arsitektur manca telah menjadi ‘anak negeri’. Inikah yang dimaksud Josef Prijotomo wolak-waliking jaman? Apa yang sebenarnya lokal?

Education:
M.Arch, Savannah College of Art and Design, Georgia, USA.

Architecture Careers:
Established alternative studio arsitektur with Iswanto G Hartono
Established DSA+s architecture, space and enviromental design studio.

Educational Career:
Lecturer at Universitas Pelita Harapan (S1), Universitas Tarumanagara (S1,S2)

Award:
IAI Award Jakarta Nomination for Pangudi Luhur education building and multipurpose building,
IAI Award National and Jakarta Nomination for public building and restaurant at Serpong Raya.
PU Award Nomination For Restaurant Construction at Serpong Raya.
Second Award Winner AQSA Furniture For Sustainable Factory.
IAI National Honourable Mention For Public Housing at Bekasi

Please register by sending us an email under this subject: “Locality”. Let us know your full name, affiliation and phone number (shall we need to contact you on the day). Please come on time because we have to appreciate the speaker who will be putting his time and effort in preparing the whole lecture from the beginning til end. There are only 25 seats, so we’ll be glad if you have you register as early as you can

Looking forward to seeing you!

Would you like to comment?

Leave a Reply